Fauzi Bowo - monyet korup

2005 - SAUDARA SEPUPU FAUZI BOWO MENGAKU BAHWA DIRINYA TELAH DIPAKSA UNTUK MEMASUKKAN SUAMINYA YANG TIDAK BERSALAH KEDALAM PENJARA

(yang ditulis oleh seorang wartawan independen)

(in English below)

Sherisada Manaf [sekarang Wakil Ketua, Parti Demokrat, Banten DPRD] mengaku tidak menginginkan suaminya, Frank Richardson yang berkewarganegaraan Inggris, dimasukkan ke penjara hanya karena konflik internal keluarga. Ayahnya yang baru saja meninggal dunia, Asmawi Manaf, mantan wakil gubernur Jakarta dan paman dari wakil gubernur Jakarta sekarang, Fauzi Bowo, telah memaksanya untuk membuat laporan palsu bahwa Frank telah menganiaya dirinya dan bahwa kedua pejabat kepolisian yakni Kombes Pol Andi Chairuddin dan Ajun Komisaris Dra Suzana Diaz telah meminta uang sogokan dan memerintahkan untuk membuat hasil visum palsudari seorang dokter di RS International Bintaro, untuk memojokkan Frank.

 

Frank Richardson berhasil mendirikan dan mengembangkan 2 sekolah yang sekarang telah diambil alih pengelolaannya oleh Sheri, dan telah dipisahkan dari anak-anak, sekolah dan rumahnya serta dideportasi ke Inggris setelah secara tidak adil dinyatakan bersalah.

 

Sherisada Manaf Richardson tahu bahwa suaminya akan mengajukan banding melawan keputusan itu dan ini membuatnya takut bahwa dia akan di tuntut dan dipenjara karena sumpah palsu, berbohong di pengadilan, fraud dan pencemaran nama baik.

 

2005 - Fauzi Bowo's Cousin Claims She Was Pressured Into Jailing her Innocent Husband

(written by an independent reporter)

Sherisada Manaf [currently Deputy Leader of the Democratic Party faction in the Banten Regional Assembly - DPRD] claims she did not want her husband to go to prison for a domestic disagreement.  

 

She says her recently deceased father, Asmawi Manaf , the former vice-governor of Jakarta and uncle to Vice-Governor Fauzi Bowo, pressured her to falsely claim that her British husband, Frank Richardson, had beaten her and that both Commissioner General of Criminal Investigation in Polda, Jakarta, Andi Chairuddin and Adjunct Commissioner, Dra Suzana Dias, demanded bribes from her and ordered her to obtain a false visum et repertum, incriminating her husband, from a doctor at R.S. International Bintaro.

 

Mr. Richardson, who established and developed the two schools his wife now controls, was torn from his children, schools and home and deported back to England after being wrongly convicted.

 

Sherisada Manaf Richardson knows her husband will appeal against his conviction and fears she will be prosecuted and jailed for perjury, perversion of justice and criminal defamation.